Anor Adilla's
Saturday, 25 February 2012
Jalan Pulang
doa ini kupanjat buatmu
sahabat
agar bisa menyembuh pedih luka
yang kau guris dengan bahasa diam
kala kita dibungkus bisu
tika menyusur denai harap
debar yang sirna menitis tiris
menebar jalur resah desah gelisah
harus bagaimana masih
menata hati yang kasih
menyimpul rasa yang tumbuh
lelah sendiri mengumpul tabah
pasrah kini mengutip cekal
bekal buat mencari jalan
pulang
~08112011
sahabat
agar bisa menyembuh pedih luka
yang kau guris dengan bahasa diam
kala kita dibungkus bisu
tika menyusur denai harap
debar yang sirna menitis tiris
menebar jalur resah desah gelisah
harus bagaimana masih
menata hati yang kasih
menyimpul rasa yang tumbuh
lelah sendiri mengumpul tabah
pasrah kini mengutip cekal
bekal buat mencari jalan
pulang
~08112011
Siapa Paling Bahagia?
sekuntum bunga untukmu. setangkai duri
untukku. soalnya sekarang, siapa paling
bahagia? tentu aku, bukan? duri yang
mengenal kulit, daging, tulang, urat dan
darah. duri yang menjaga bunga, mengawal
pohon
duri yang sentiasa mengenal makna sakit
Zaen Kasturi
Kuala Lumpur
(Dari Jendela Zaman Ini - Antologi Puisi Malaysia & Singapura)
untukku. soalnya sekarang, siapa paling
bahagia? tentu aku, bukan? duri yang
mengenal kulit, daging, tulang, urat dan
darah. duri yang menjaga bunga, mengawal
pohon
duri yang sentiasa mengenal makna sakit
Zaen Kasturi
Kuala Lumpur
(Dari Jendela Zaman Ini - Antologi Puisi Malaysia & Singapura)
Subscribe to:
Comments (Atom)